Wednesday, August 23, 2017

Ternyata, Tes keperawanan Masih Banyak Dilakukan


Merdeka Health - TES keperawanan yang menyebabkan banyak perbincangan kenyataannya banyak dipraktekkan di beberapa belahan dunia. Baik yang terang-terangan ataupun samar-samar.

Di Afghanistan umpamanya, data yang dikumpulkan surat berita Amerika Serikat, New York Post, tunjukkan satu kantor pemerintah di Kabul lakukan 42 tes keperawanan pada paruh pertama 2016, sesaat satu tahun terlebih dulu kantor ini lakukan 80 tes.

Diprediksikan jumlah sesungguhnya semakin besar karna sulitnya pengumpulan data dari kantor atau lembaga pemerintah. Merdeka Hari Ini

Tes keperawanan yang banyak dikerjakan aparat pemerintah di Afghanistan mendorong Komisi Berdiri sendiri Hak Asasi Manusia di negara itu untuk menyerukan sekali lagi dihentikannya praktek itu.

Komnas HAM Afghanistan menyebutkan tes itu -yang diperuntukkan untuk ketahui apakah selaput dara masih tetap utuh- beresiko jelek dengan psikologis serta pada praktiknya tidak berlainan dengan pelecehan seksual. Berita Terpopuler

 (   Baca Juga Berita : Cara Mudah Meraih Kenikmatan Maksimal Hubungan Seksual  )


" Pemaksaan tes keperawanan bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Kerapkali dikerjakan tanpa ada izin serta karena itu ini yaitu pelecehan seksual serta pelanggaran HAM, " sekian pernyataan Komnas HAM Afghanistan.

Mereka menyebutkan polisi di ibu kota Kabul serta kota-kota besar beda seringkali menahan bebrapa wanita muda, yang diketemukan tengah berduaan dengan lelaki beda atau yang dituduh kabur dengan kekasih, lantas memaksa mereka untuk melakukan tes keperawanan yang disebutkan begitu intrusif. Polisi di Afghanistan sampai Senin (21/08) tidak bersedia memberi komentar atas seruan Komnas HAM.

Beberapa pegiat juga menyebutkan beberapa wanita yang dipaksa melakukan tes keperawanan jadi korban stigma sosial di orang-orang. Menurut Komnas HAM Afghanistan, wanita yang dipaksa melakukan tes keperawanan kehilangan rasa yakin diri, jadi terasa tidak berdaya, serta tidak miliki keinginan. SBONAGA

" Karna efek jelek ini, wanita yang melakukan tes keperawanan lalu seringkali hidup menyendiri serta oleh karenanya kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. Tes keperawanan juga punya pengaruh jelek pada kehidupan sosialnya. "

Komnas menekan supaya tes keperawanan dihapus serta dilarang dan memohon pemerintah dengan parlemen keluarkan undang-undang larangan tes keperawanan.

0 comments:

Post a Comment